New Status
Hi! Welcome To My First Blog "Hardiati Rizki Amelia"

Senin, 15 Juli 2013

aku merindukanmu ayah

ayah..
kini ku rasakan hidup tanpamu
aku sepi hidup tanpamu
namun ini harus ku jalani
walau terasa sangat berat ku jalani

ayah..
terima kasih atas semuanya
semua kasih sayang yang kau curahkan
semua pengorbanan yang kau lakukan

ayah..
kini aku merindukanmu
merindukan saat-saat bersamamu
merindukan kasih sayang darimu

ayah..
ingin rasanya aku berjumpa denganmu
walau hanya dalam mimpiku
walau hanya memandang wajahmu

saat ku butuh ayah
saat ku rindu ayah
hanya selembar foto peninggalanmu
yang dapat mengobati rasa rinduku

tuhan..
sungguh aku tak pernah rela kehilangan dia
namun aku sadar semua ini milikmu
dan akan kembali kpadamu

tuhan..
jagalah dia selalu
bahagiakan dia di sisimu
karena dia adalah ayah terbaikku

selamat jalan ayah
semoga engkau bahagia di sisi-Nya
semoga kita dapat berkumpul lagi di surga-Nya
nantilah aku ayah

aku sangat merindukan ayah

Minggu, 14 Juli 2013

sosok tubuh yang hilang


D'mna kch an quw cre,,
so"k tbuh yg hlang dlam diri quw
yg bgitu brarti
dan quw btuh prlindungan'y
tpi kau tlah m'ningglkan s'jta knangan
yg m'mbuatku trlarut dlam k'sdihan
dan slit bgi quw tuk m'lupkanmu
ayah,,
wlw kau jauh dari quw
quw akn m'nyimpan lukisanmu dlam hati quw
m'nympan smua knangan brsmamu
yg bgitu brhrga

Kamis, 23 Mei 2013

hubungan shinichi kudo dan kaito kid

Toichi Kuroba adalah Kaito Kid generasi pertama,
yang kelak terbunuh oleh organisasi misterius dan dilanjutkan oleh Kaito Kuroba sebagai Kaito Kid generasi kedua.

Waktu Toichi masih beraksi sebagai pencuri,
Yusaku Kudo menjulukinya sebagai Pencuri 1412, atau KID
karena sikapnya yang "kekanak2an" dan gemar dalam memainkan sulap dalam mencuri.
Simpelnya begini:
Anggap saja KID berarti anak,
artinya Toichi adalah "anak" dari Yusaku,
jika demikian berarti antara Shinichi (anak Yusaku yang asli) dan Toichi adalah "kakak beradik".
Itulah sebabnya Toichi (orang misterius yang muncul di perpustakaan) mengatakan bahwa Shinichi adalah "adik"nya.
Paham, kan? ^^

Kertas kode yang diserahkan pada Shinichi kecil itu sebenarnya ditujukan untuk dipecahkan oleh Yusaku.
Ingat bahwa di akhir cerita Shinichi berkata bahwa waktu kecil dia akan menangis dan meminta bantuan pada ayahnya jika tidak berhasil memecahkan misteri,
nah itulah yang diharapkan Toichi.
Namun kenyataannya,
Shinichi berhasil memecahkan misteri itu dengan sedikit petunjuk dari Yusaku.

Jika menilik di atas bahwa, Toichi adalah "adik" dari Shinichi,
maka Kaito Kuroba (anak kandung Toichi) adalah "keponakan" dari Shinichi.
Tapi tentu itu hubungan fiktif,
bukan yang sebenarnya.

Tanda ? yang diberikan Toichi Kuroba (Kaito Kid generasi pertama) berarti tantangan,
"Apakah kau sanggup menghentikan aksiku?"
Dan Yusaku Kudo pun menjawab dengan tanda ! yang berarti,
"Iya, tentu saja!"
Dan hal itu berlanjut hingga ke anak dari Toichi (yaitu Kaito Kuroba atau Kaito Kid generasi kedua)
dan anak dari Yusaku (yaitu Shinichi).

Jika antara Shinichi dan Kaito Kid itu mirip,
itu hanya karena gaya gambar dari komikusnya yang sama,
bukan karena hubungan saudara.

conan edogawa dan ai haibara

Conan Edogawa, siapa sih yang tak kenal sosok detective cilik , lucu, keren, ganteng plus super cerdas ini? Ya, bagaimana mungkin Conan tidak lebih cerdas dari teman-temannya, karena sebenarnya dia adalah Shinichi Kudo yang telah diberi racun berupa obat Apotixin 4869 oleh organisasi hitam yang membuat tubuhnya mengecil. Begitu pula dengan Haibara, yang sebenarnya adalah Shiho Miyano. Shiho Miyano atau Haibara awalnya termasuk anggota dari organisasi hitam, dialah orang yang membuat obat Apotixi 4869 atau APTX 4869. Setelah mengetahui bahwa obat tersebut akan digunakan untuk kejahatan, Shiho berusaha untuk keluar dari organisasi hitam tetapi ia malah di kurung. Satu-satunya jalan keluar adalah meminum obat APTX 4869 buatannya, sehingga ia mengecil, bisa kabur dan menyamar menjadi Haibara. Conan dan Haibara sama-sama mengetahui hal ini. Sementara Conan tinggal bersama dengan Detective Mouri dan kekasihnya selama menjadi Shinichi yaitu Ran putra dari Detective Mouri, Haibara tinggal bersama dengan Profesor Agasa. Karena keunikan kisah mereka, dan tampilan mereka yang menarik, mereka berdualah yang menjadi andalan saya dalam Detective Conan.

orang-orang yang mengetahui identitas asli conan

Conan adalah identitas palsu dari Shinichi Kudo,detektif SMA yang sangat hebat. Dia menyamar menjadi Conan Edogawa karena tubuhnya mengecil akibat obat yang diminumkan paksa oleh kawanan oraganisasi jubah hitam kepada dirinya.Itu juga si shinichi ngasal-ngasal pas liat buku karya Edogawa Ranpo dan Sir Arthur Conan Doyle .Tapi sepinter-pinternya dia nyembunyiin identitas aslinya, ternyata ketahuan juga. Berikut orang-orang yg tau Identitas asli detektif hebat ini.

1. Hiroshi Agasa

                        Ia adalah orang pertama yang mengetahui identitas asli dari si Songong Shinichi Kudo.Pada saat kejadian mengecilnya tubuh Shinichi,dialah orang yang pertama kali ditemui oleh Shinichi,awalnya ia tak percaya kebada bocah kecil yang "memang mirip dengan shinichi saat masih kecil',ia menduga conan adalah anak iseng.namun conan berkata tentang tahi lalat di pantatnya,disanalah dia mulai percaya bahwa conan adalah shinichio kudo.ditambah lagi dengan analisis conan tentang saus dan tempat yg baru saja dikunjungi oleh profesor.



2. Akemi Miyano
                     
                        Ni orang adalah kakaknya si ai haibara alias Shiho miyano.Conan mengatakan identitas aslinya pada saat akemi sedang sekarat akibat ditembak oleh Gin.akhirnya si Akemi meninggal pada vol.2 ,karena gue males mengungkit-ungkit orang yang sudah mati,maka gue sedikit aja bahas ni orang.haha
                                  
3. Yusaku dan Yukiko Kudo
                            kedua orangtua Shinichi ini mengetahui tentang identitas asli conan yg tak lain adalah anak mereka sendiri.mereka mengetahuinya dari profesor agasa.Karena khawatir,akhirnya mereka berusaha  untuk membawa conan ke Amerika,namun Conan menolak (vol.6 kalo ga salah)
4.Heiji Hattori
                Ni anak dekil ini dari Osaka,ngakunya sih Detektif dari Barat.anak kepala kepolisian osaka.agak tengil,ngeselin dan temperamen.Tapi ganteng sih!Hubungan dia sama Shinichi kagak bisa dibilang rival,karena mereka sering duet dalam memecahkan kasus.mereka juga akur banget walau saling sewot2an.Kesetiakawanan si Heiji bisa lu liat deh di vol 62,betapa dia mati-matian melindungi Shinichi (palsu) yang melakukan pembunuhan.
          Heiji mulai curiga kepada Conanadalah Shinichi.Pada vol 13,Heiji membiarkan Conan untuk memecahkan kasus terlebih dahulu.Conan yang tak sengaja membius Heiji untuk memecahkan kasus.tapi darisitu lah si item ini tau kalo Conan adalah Shinichi.
5.Shiho Miyano (Ai Haibara)
                Ia mengetahuinya setelah percobaan APTX 4869 yang dilakukannya terhadap babi ternyata dapat mengurangi umur babi dan juga fakta bahwa tubuh Shinicbi tidak pernah ditemukan.Dari situ ai menyimpulakan bahwa Shinichi adalah Conan.
6.Kaito Kid
              Tidak ada penjelasan pasti bagaimana Kaito kid mengetahui identitas sebenarnya dari Conan,kemungkinan besar kareana ia ahli dalam menyamar,maka ia bisa mengetahui sosok yang menyamar pula.Walaupun ia mengetahui kebenaran itu,ia tak pernah memberitahukannya ke oranglain,bahkan Kaito sering membantu Conan dalam memecahka kasus.
7.Anggota FBI
                Anggota FBI di Jepang mengetahui identitas Conan,kecuali Shuichii Akaii.Terutama Jodie yang lebih dulu mematai Shinichi dengan menyamar menjadi guru bahasa Inggris di SMA Teitan dan akrab dengan Ran.Dibalik kaca rias apartementnya,terdapat banyak sekali foto-foto Shinichi dan Conan dalam berbagai kegiatan.
8.Vermouth
                Tidak dijelaskan dengan pasti kalau Vermouth bisa mengetahui identitas asli shinichi.Bahkan ia memanggil Conan dengan CoolGuy,bukan CoolKid.Kemungkinan karena Vermouth adalah teman ibunya Shinichi,kemudian ia bisa membandingkan wajah shinichi ketika anak-anak melalui photo album dengan wajah Conan.Walaupun mengetahui rahasia tersebut,ia tidak memberitahukannya kepada organisasi,ia sayang terhadap Shinichi dan Ran karena merasa berhutang budi telah menyelamatkannya dari kematian saat pertemuan di Amerika.
9.Irish
           Dia adalah anggota organisasi jubah hitam yang tewas ditembak Gin (tonton movie 13),setelah mengetahui identitas conan dari meneliti hasil pelajaran kerajinan tangan milik conan,ternyata ditemukan sidik  jari conan yg sangat mirip dengan sidik jari Shinichi.Sebelum sempat memberitahukan kenyataan itu,ia malah dibunuh oleh organisasi.
             
10.Eisuke Hondou
             
             Ia melihat pendekatan Conan dengan Ran bukan pendekatan adik-kakak,tapi layaknya seorang kekasih.Kemudian ia menjebak Conan untuk berterus terang kepadanya,
11. Hiroki Sawada (At Movie : The Phantom of Baker Street) : Dengan menggunakan proyek Noah Ark's. Ia menemukan kesamaan gen dengan Yusaku Kudo, ayah Shinichi. Hal ini yang membuat ia mengetahui bahwa Conan adalah Shinichi.
  
                                               
                                               

Selasa, 23 April 2013

DISKALKULIA



Pengertian Gangguan Belajar Diskalkulia
Menurut Jacinta F. Rini, M.Psi, dari Harmawan Consulting, Jakarta, diskalkulia dikenal juga dengan istilah “math difficulty” karena menyangkut gangguan pada kemampuan kalkulasi secara matematis. Kesulitan ini dapat ditinjau secara kuantitatif yang terbagi menjadi bentuk kesulitan berhitung (counting) dan mengkalkulasi (calculating). Anak yang bersangkutan akan menunjukkan kesulitan dalam memahami proses-proses matematis. Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya kesulitan belajar dan mengerjakan tugas yang melibatkan angka ataupun simbol matematis.
Kesulitan belajar matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculis). Kesulitan belajar matematika merupakan salah satu jenis kesulitan belajar yang spesifik dengan prasyarat rata-rata normal atau sedikit dibawah rata-rata, tidak ada gangguan penglihatan atau pendengaran, tidak ada gangguan emosional primer, atau lingkungan yang kurang menunjang. masalah yang dihadapi yaitu sulit melakukan penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang disebabkan adanya gangguan pada sistem saraf pusat pada periode perkembangan. Anak berkesulitan belajar matematika bukan tidak mampu belajar, tetapi mengalami kesulitan tertentu yang menjadikannya tidak siap belajar. Matematika sering menjadi pelajaran yang paling ditakuti di sekolah. Anak dengan gangguan diskalkulia disebabkan oleh ketidakmampuan mereka dalam membaca, imajinasi, mengintegrasikan pengetahuan dan pengalaman, terutama dalam memahami soal-soal cerita. Anak-anak diskalkulia tidak bisa mencerna sebuah fenomena yang masih abstrak. Biasanya sesuatu yang abstrak itu harus divisualisasikan atau dibuat konkret, baru mereka bisa mencerna. selain itu anak berkesulitan belajar matematika dikarenakan pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar siswa, metode pembelajaran yang cenderung menggunakan cara konvesional, ceramah dan tugas. Guru kurang mampu memotivasi anak didiknya.
Ketidaktepatan dalam memberikan pendekatan atau strategi pembelajaran.
Deteksi diskalkulia bisa dilakukan sejak kecil, tapi juga disesuaikan dengan perkembangan usia. Anak usia 4-5 tahun biasanya belum diwajibkan mengenal konsep jumlah, hanya konsep hitungan. Sementara anak usia 6 tahun ke atas umumnya sudah mulai dikenalkan dengan konsep jumlah yang menggunakan simbol seperti penambahan (+) dan pengurangan (-). Jika pada usia 6 tahun anak sulit mengenali konsep jumlah, maka kemungkinan nantinya dia akan mengalami kesulitan berhitung. Proses berhitung melibatkan pola pikir serta kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah. Faktor genetik mungkin berperan pada kasus diskalkulia, tapi faktor lingkungan dan simulasi juga bisa ikut menentukan. Alat peraga juga sangat bagus untuk digunakan, karena dalam matematika menggunakan simbol-simbol yang bersifat abstrak. Jadi, supaya lebih konkret digunakan alat peraga sehingga anak lebih mudah mengenal konsep matematika itu sendiri.
Kekeliruan umum yang dilakukan oleh anak berkesulitan belajar matematika
Agar dapat membantu anak berkesulitan belajar matematika, kita perlu mengenal kesalahan umum yang dilakukan oleh anak dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam bidang studi matematika. Beberapa kekeliruan umum tersebut menurut Lerner (1981) adalah kekurang pahaman anak tentang
Jika anak belum mengenal dengan baik konsep perkalian, tetapi mencoba menghafal perkalian tersebut.
Atau apakah bagi mereka kata tambah itu berarti lambangnya plus (+), bisa jadi mereka bingung dan tertukar bahwa kata tambah itu simbol atau lambangnya adalah minus (-).
Ciri-Ciri Gangguan Belajar Diskalkulia
Anak yang mengalami kesulitan belajar matematika perlu ditentukan kesulitan yang dialami oleh anak. apakah kesulitan yang dialami dalam proses menghitung, konsep matematika karena masalah bahasa, gangguan persepsi visual-spasial, kesulitan menulis, kesulitan orientasi kanan-kiri, kesulitan menunjukkan arah, masalah urutan, gangguan memori, dan cara menyelesaikan soal matematika. Tidak semua anak diskalkulia berkesulitan dalam proses menghitung. Jadi, guru harus benar-benar memahami kemampuan dan sifat dasar ketidakmampuannya.
Inilah beberapa hal yang bisa dijadikan pegangan untuk mengetahui anak diskalkulia:
1.      Tingkat perkembangan bahasa dan kemampuan lainnya normal, malah seringkali mempunyai memori visual yang baik dalam merekam kata-kata tertulis.
2.      Sulit melakukan hitungan matematis. Contoh sehari-harinya, ia sulit menghitung transaksi (belanja), termasuk menghitung kembalian uang. Seringkali anak tersebut jadi takut memegang uang, menghindari transaksi, atau apa pun kegiatan yang harus melibatkan uang.
3.      Sulit melakukan proses-proses matematis, seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, dan sulit memahami konsep hitungan angka atau urutan.
4.      Terkadang mengalami disorientasi, seperti disorientasi waktu dan arah. Si anak biasanya bingung saat ditanya jam berapa sekarang. Ia juga tidak mampu membaca dan memahami peta atau petunjuk arah.
5.      Mengalami hambatan dalam menggunakan konsep abstrak tentang waktu. Misalnya, ia bingung dalam mengurut kejadian masa lalu atau masa mendatang.
6.      Sering melakukan kesalahan ketika melakukan perhitungan angka-angka, seperti proses substitusi, mengulang terbalik, dan mengisi deret hitung serta deret ukur.
7.      Mengalami hambatan dalam mempelajari musik, terutama karena sulit memahami notasi, urutan nada, dan sebagainya.
8.      Bisa juga mengalami kesulitan dalam aktivitas olahraga karena bingung mengikuti aturan main yang berhubungan sistem skor.
Penyebab Gangguan Belajar Diskalkulia
Penyebab diskalkulia dikarenakan adanya kelemahan proses penglihatan atau visualisasi, misalnya anak sulit fokus pada pelajaran atau permainan. Matematika membutuhkan prosedur penyelesaian yang berurut mengikuti pola-pola tertentu, anak diskalkulia sulit mengikuti prosedur tersebut. Bisa jadi anak fobia matematika, adanya keyakinan bahwa dia tidak bisa matematika. Mungkin disebabkan karena trauma dari pelajaran matematika, bisa dari sistem pengajaran di sekolah atau di rumah.
Adapun gejala lain yang timbul pada anak yang mengalami diskalkulia, antara lain:
·         Sulit melakukan hitungan matematis, misalnya menghitung jumlah uang kembalian. Lambat laun anak akan takut memegang uang atau menghindari transaksi.
·         Kesulitan menggunakan konsep waktu, anak bingung mengurutkan masa lampau dan masa sekarang.
·         Ketika pelajaran olahraga, anak sulit menghitung skor pertandingan.
·          Simbol Anak diskalkulia akan mengalami kesulitan jika dihadapkan pada soal-soal seperti 4 + …= 7, daripada soal seperti 4 + 3 = … Kesulitan semacam ini umumnya karena anak tidak memahami simbol-simbol (=), (≠), (+), (-).
·         Nilai tempat Anak yang diskalkulia belum memahami nilai tempat seperti satuan, puluhan, ratusan, dst.
·         Penggunaan proses yang keliru Kekeliruan dalam penggunaan proses perhitungan dapat dilihat pada cuntoh berikut: 6 15 2 x 3 - 8 18
·         Perhitungan
·         Tulisan yang tidak dapat dibaca Anak yang tidak bias membaca tulisannya sendiri karena bentuk-bentuk hurufnya tidak tepat atau tidak lurus mengikuti garis. Biasanya anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik (termasuk diskalkulia) akan dites dengan standard progressive matrices (SPM) yang merupakan suatu tes inteligensi bagi anak-anak usia 7-12 tahun (siswa Kelas 2 dan 3 SD), atau tes coloured progressive matrices (CPM) untuk siswa Kelas 1 SD. Jika hasil diagnosis, tes dan assesment menyatakan anak menderita diskalkulia, maka harus ada treatment dan metode penyampaian khusus yang bisa membuat dia lebih paham.
  Penanggulangan Gangguan Belajar Diskalkulia
Diagnosa diskalkulia harus dilakukan oleh spesialis yang berkompeten di bidangnya berdasarkan serangkaian tes dan observasi yang valid dan terpercaya. Bentuk terapi atau treatment yang akan diberikan pun harus berdasarkan evaluasi terhadap kemampuan dan tingkat hambatan anak secara detail dan menyeluruh.
Bagaimanapun, kesulitan ini besar kemungkinan terkait dengan kesulitan dalam aspek-aspek lainnya, seperti disleksia. Perbedaan derajat hambatan akan membedakan tingkat treatment dan strategi yang diterapkan. Selain penanganan yang dilakukan ahli, orang tua pun disarankan melakukan beberapa latihan yang dapat mengurangi gangguan belajar, yaitu:
1        Cobalah memvisualisasikan konsep matematis yang sulit dimengerti, dengan menggunakan gambar ataupun cara lain untuk menjembatani langkah-langkah atau urutan dari proses keseluruhannya.
2        Bisa juga dengan menyuarakan konsep matematis yang sulit dimengerti dan minta si anak mendengarkan secara cermat. Biasanya anak diskalkulia tidak mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara verbal.
3        Tuangkan konsep matematis ataupun angka-angka secara tertulis di atas kertas agar anak mudah melihatnya dan tidak sekadar abstrak. Atau kalau perlu, tuliskan urutan angka-angka itu untuk membantu anak memahami konsep setiap angka sesuai dengan urutannya.
4        Tuangkan konsep-konsep matematis dalam praktek serta aktivitas sederhana sehari-hari. Misalnya, berapa sepatu yang harus dipakainya jika bepergian, berapa potong pakaian seragam sekolahnya dalam seminggu, berapa jumlah kursi makan yang diperlukan jika disesuaikan dengan anggota keluarga yang ada, dan sebagainya.
5        Sering-seringlah mendorong anak melatih ingatan secara kreatif, entah dengan cara menyanyikan angka-angka, atau cara lain yang mempermudah menampilkan ingatannya tentang angka.
6        Pujilah setiap keberhasilan, kemajuan atau bahkan usaha yang dilakukan oleh anak.
7        Lakukan proses asosiasi antara konsep yang sedang diajarkan dengan kehidupan nyata sehari-hari, sehingga anak mudah memahaminya.
8        Harus ada kerja sama terpadu antara guru dan orang tua untuk menentukan strategi belajar di kelas, memonitor perkembangan dan kesulitan anak, serta melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk memfasilitasi kemajuan anak. Misalnya, guru memberi saran tertentu pada orang tua dalam menentukan tugas di rumah, buku-buku bacaan, serta latihan yang disarankan.
Contoh Kasus Gangguan Belajar Diskalkulia
Kita sebut saja dia Pipit. Sudah duduk di kelas tiga SD, tapi gadis cilik ini belum bisa berhitung.  ''Hitung-hitungan yang sederhananya saja nggak bisa-bisa,'' kata sang ibu dengan raut wajah putus asa. Gara-gara kasihan sang anak tidak naik kelas, ia memindahkannya ke sekolah dengan mutu lebih rendah. Ditambah lagi les empat hari seminggu. Tapi, semua itu tak banyak membantu. Untungnya, di sekolah baru ini Pipit bisa naik kelas.
Kendati begitu, Pipit kadang putus asa. Ia jadi tak suka sekolah. ''Dia merasa paling bodoh sedunia,'' keluh sang ibu.  Suatu hari, secara tak sengaja, ibu Pipit mendengar tentang kelainan anak, diskalkulia. Diskalkulia atau kesulitan pada kemampuan kalkulasi secara matematis adalah salah satu dari tiga gangguan kesulitan belajar yang dialami oleh anak, selain disleksia (kesulitan membaca) dan disgrafia (kesulitan menulis). Mungkinkah Pipit menyandang diskalkulia? Sulit paham Menurut Vitriani Sumarlis, psikolog Yayasan Pantara, diskalkulia terbagi menjadi kesulitan berhitung dan kesulitan kalkulasi. Anak yang mengalami diskalkulia tidak memahami proses matematis. ''Ini ditandai dengan kesulitan mengerjakan tugas yang melibatkan angka atau simbol matematis, mereka sulit mendapatkan konsep perhitungan yang tepat,'' ujar dia. Dalam contoh sehari-hari, anak mengalami kesulitan untuk menghitung uang kembalian ketika melakukan transaksi jual beli. Selain itu mereka juga mengalami kesulitan dalam proses matematis seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, dan sulit memahami konsep hitungan angka atau urutan. ''Semua kesulitan itu dikarenakan mereka sulit untuk mengartikan angka tersebut ke dalam sebuah simbol,'' ujar Vitriani. Misalnya, bagi anak diskalkulia, angka satu secara penyebutan berbeda dengan secara simbol bahwa angka satu itu bentuk atau lambangnya adalah satu (1).
Selain simbol mereka juga sulit untuk memahami arti di dalam kata berhitung itu sendiri. ''Misalnya, kata tambah itu buat mereka belum tentu berarti bertambah banyak, tetapi juga dapat tertukar menjadi berkurang,'' ucap Vitriani. Secara urutan angka mereka pun kerap tertukar, misalnya bagi mereka belum tentu angka enam itu sesudah angka lima. Begitu juga penempatan posisi apakah angka enam itu lebih besar dari angka 2, mereka masih sering bingung dan sulit untuk memahaminya. Alhasil, mereka sering melakukan kesalahan ketika melakukan perhitungan angka-angka, seperti proses substitusi, mengulang terbalik, dan mengisi deret hitung. Itulah yang membuat anak diskalkulia mengalami kesulitan dalam perhitungan dan proses matematis.
Gampang 'kehilangan' Menurut Vitriani kesulitan seperti itu juga berdampak pada hal lainnya seperti seperti disorientasi waktu dan arah. Anak diskalkulia biasanya bingung saat ditanya jam berapa sekarang. Ia juga tidak mampu membaca dan memahami peta atau petunjuk arah.  Mereka juga mengalami hambatan dalam menggunakan konsep abstrak tentang waktu. Misalnya, ia bingung dalam mengurut kejadian masa lalu atau masa mendatang, juga mengenai urutan tanggal, bulan serta tahun. Anak-anak diskalkulia juga mengalami kesulitan mengikuti urutan gerakan yang berubah dengan cepat seperti senam aerobik, tari-tarian. Sumber-sumber lain menyebutkan, mereka mengalami kesulitan mengingat urutan fisi yang dibutuhkan dalam kegiatan itu.  Mereka mengalami kesulitan mengingat aturan, urutan, dan pemahaman berbagai hal teknis permainan olah raga. Mereka cepat 'kehilangan' saat mengamati pertandingan yang berlangsung cepat seperti sepak bola, sofbol, bola basket. Akibatnya, banyak di antara mereka yang menghindari kegiatan dan pertandingan yang bersifat fisik. Bukan sekadar les Namun, jangan salah. Anak menyandang diskalkulia memiliki tingkat kecerdasan yang normal. Bisa jadi kemampuan analogisnya atau kemampuan mengeluarkan pendapatnya angat baik, dan mereka bisa menjelaskan hubungan sebab-akibat. Mereka juga terkadang berhasil dan baik dalam pengetahuan umum dan kemampuan bahasa.
''Mereka mempunyai kelebihan lain yang sangat menonjol, malah ada yang tingkat kecerdasannya yang di atas rata-rata, mereka hanya tidak bisa berhitung,'' ujar Vitriani.
Ada banyak faktor yang diperkirakan menjadi penyebab anak diskalkulia, antara lain disebabkan pada masa kehamilan. ''Misalnya, si ibu pernah mengalami keracunan, atau kena penyakit akibat virus pada masa kehamilan di tiga bulan pertama,'' tutur Vitriani. Salah satu penyebab lain dapat pula akibat proses kehamilan atau proses kelahirannya bayi tersebut kekurangan oksigen atau persalinannya tidak lancar. Vitriani juga menyebutkan pada beberapa kasus diskalkulia ditemukan pada anak yang mempunyai riwayat keluarga yang juga pernah menderita kesulitan belajar. 
Diskalkulia biasanya baru terlihat secara nyata ketika anak tersebut masuk ke sekolah dasar. Sebab, di saat itu mereka telah mulai mendapatkan konsep dasar matematika secara akademis seperti berhitung, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Para orang tua, saran Vitriani, harus lebih waspada pada kesulitan belajar seperti diskalkulia ini. Mereka juga harus membedakan antara diskalkulia dengan kecacatan ataupun keterbelakangan. ''Karena mereka memang berbeda, mereka tidak cacat ataupun terbelakang. Mereka hanya perlu suatu konsep khusus agar dapat memahami proses matematis,'' ujar Vitriani.
Pada anak normal kesulitan menghadapi matematika bisa diselesaikan dengan les dan berbagai latihan biasa. Hal itu tak menyelesaikan masalah anak disleksia. Masalahnya karena mereka memiliki perbedaan secara organik pada tumbuh kembang otaknya. ''Jadi, organnya yaitu saraf otaknya, bukan karena dia tidak latihan matematika,'' ujar Vitriani. Penanggulangan diskalkulia harus dilakukan oleh spesialis yang berkompeten di bidangnya. Bentuk terapi yang akan diberikan pun harus berdasarkan evaluasi terhadap kemampuan dan tingkat hambatan anak secara detail dan menyeluruh.